KH Mahsun Jauhari dan H Rudi Hartono terpilih dan ditetapkan sebagai Pejabat (Pj) Rois dan Pj Ketua Tanfidhiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro.

Keduanya terpilih dan ditetapkan sebagai PJ Rois dan PJ Ketua Tanfidhiyah PCNU Kota Metro dalam rapat pleno, Jum’at (21/5/2021) malam yang berlangsung di Kantor PCNU. Keduanya menjabat sebagai pengganti antar waktu masa jabatan periode 2020 – 2025 menggantikan posisi KH Zainal Abidin dan KH Ali Komarudin yang berhalangan tetap karena meninggal dunia.

Sekretaris PCNU Metro, H Syahro yang dipercaya menjadi Ketua sidang pleno itu mengungkapkan bila sesuai amanat Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Bab XV pasal 50 bila Rois dan Ketua Tanfidhiyah berhalangan tetap maka digantikan oleh salah satu Wakil Ketua yang dipilih dan ditetapkan dalam rapat pleno.

Berdasarkan struktur komposisi kepengurusan PCNU yang ditetapkan Pengurus Besar NU wakil Rois ada 4 orang, masing-masing KH Jamal Idrus, KH Dimyati, KH Mahsun Jauhari dan Kiyai Muhammad Sukemi.

Sedangkan untuk Wakil Ketua Tanfidhiyah juga ada 4 orang, yaitu Kiyai Abdullah, KH Suyono, KH Imam Rofi’i, dan H Rudi Hartono.

Dalam kesempatan itu, H Syahro menyampaikan bila pemilihan dilakukan melalui musyawarah mufakat dimana untuk pemilihan Rois Syuriah dipilih secara terpisah dengan anggota musyawarah terdiri dari Mustasyar, Syuriah dan A’wan. Dan Pj Ketua Tanfidhiyah juga dilakukan pemilihan terpisah dengan peserta musyawarah terdiri pengurus Tanfidhiyah, Lembaga dan Badan Otonom.

Dalam musyawarah Mufakat pemilihan Pj Rois  yang dipimpin Katib KH Zamroni Ali ternyata muncul 2 calon, yaitu KH Jamal Idrus dan KH Mahsun Jauhari, karena tidak terlaksana secara musyawarah mufakat akhirnya dilakukan pemungutan suara secara tertutup dimana KH Mahsun memperoleh 7 suara dan KH Jamal Idrus memperoleh 3 suara.

Sedangkan dalam musyawarah mufakat pemilihan Pj Ketua Tanfidhiyah yang dipimpin Wakil Sekretaris, H Joko Suroso yang diikuti 16 orang peserta ternyata secara mutlak seluruhnya menyepakati menunjuk H Rudi Hartono sebagai Pj Ketua Tanfidhiyah dan hanya 2 orang yang tidak bulat menunjuk H Rudi, yaitu H Abdul Manaf yang menjabat Bendahara PCNU menyatakan memilih tiga nama Wakil Ketua yaitu Kiyai Abdullah, KH Imam Rofi’i dan H Rudi Hartono, serta Ketua Lembaga Ma’arif NU, Kiyai Ismail menyatakan abstain tidak menggunakan hak pilihnya.

Akhirnya hasil pemilihan Pj Rois dan Pj Ketua Tanfidhiyah itu dilaporkan oleh masing yang memimpin jalannya musyawarah dalam forum rapat pleno. Mendapat laporan tersebut H Syahro selaku Ketua sidang pleno secara resmi mengetok palu sidang sebagai bentuk pengesahan pengambilan keputusan menetapkan kedua tokoh NU, KH Mahsun Jauhari dan H Rudi Hartono masing-masing sebagai Pj Rois dan Pj Ketua Tanfidhiyah sampai tahun 2025 mendatang.

Sebagaimana diketahui Rois Syuriah PCNU Kota Metro, KH Zainal Abidin pada tanggal 2 Januari 2021 wafat dan selang 43 hari kemudian Ketua Tanfidhiyah KH Ali Komarudin juga wafat, sehingga dalam kurun waktu tersebut untuk mengisi kekosongan jabatan Rois dan Ketua Tanfid ditunjuk Pelaksana tugas (Plt) Rois yang dijabat KH Jamal Idrus dan Plt Ketua Tanfid yang dijabat Kiyai Abdullah. (Joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website