Siti Mubarokah

Peserta DIKLATPIMNASII/PTKI Tahun 2021

Kemajuan teknologi dalam era globalisasi saat ini telah mencapai pada tahap dimana hampir setiap lapisan masyarakat kita mengerti dan menggunakan teknologi dalam kegiatan kesehariannya. Mahasiswa sebagai agent of change menjadi salah satu pioneer dalam setiap perkembangan teknologi yang ada.

“Mahasiswa adalah generasi beruntung yang terlahir di zaman milenial” ujar Dr. Muhamad yusuf, M.Pd.I Sebagai agent perubahan dalam lingkungan akademik, mahasiswa dituntut menjadi seorang trendsenter/orang yang membuat tren/panutan dalam hal yang berkreasi dan berinovasi terutama peranya sebagai soerang mahasiswa, bukan hanya menjadi mahasiswa yang followers (ikut-ikutan) dan hanya membaca saja.

Tidak bisa disangkal bahwa rata-rata mahasiswa di Indonesia merupakan orang-orang yang update terhadap perkembangan teknologi yang ada (melek teknologi), dan apabila diantara mereka ada yang masih tertinggal dengan perkembangan yang ada bahkan belum bisa menyesuaikan dengan perkembangan saat ini, dapat dipastikan bahwa mereka adalah kelompok mahasiwa yang kurang beruntung.

Dengan menjadi seorang mahasiswa dan menerima jenjang pendidikan tinggi sudah selayaknya bagi mereka untuk bisa memanfaatkan teknologi yang ada (khususnya teknologi informasi atau TI) sebagai penunjang untuk mendukung keberhasilan belajar mereka sebagai mahasiswa. Sebagai agent of change para mahasiswa dituntut agar aktif dan memiliki  pemikiran yang yang cerdas, karena mereka adalah jati diri bangsa.

Dalam perkembangnya, teknologi informasi (TI) telah melahirkan berbagai macam terobosan penting yang dapat membantu perkembangan dunia pendidikan. Sebagai contoh adalah perkembangan e-learning yang semakin banyak digunakan oleh institusi pendidikan tinggi sebagai salaha satu sistem pembelajarannya, hal ini dijalankan dengan tujuan agar dapat mempermudah akses belajar para mahasiswa. Dengan ditambah masa pandemi dibumi  pertiwi ini mahasiswa mau tidak mau mahasiswa harus dapat menyesuaikan setiap perkembangan TI di karenakan seluruh kegiatan  belajar mengajar sudah masuk atau digantikan dengan dunia tekhnologi.

Jadi perlu diingat, “bagi masyarakat pedesaan mahasiswa adalah orang tahu dan faham segala hal, jadi tidak aneh jika suatu saat nanti ada masyarakat yang datang dan bertanya baik itu berkaitan tentang akademis, tekhnologi dan hukum, dan yang paling sering di temui tentang promosi produk pertanian secara online walaupun itu di luar kompetensi mahasiswa”.