Terkait pencatutan nama Organisasi yaitu PCNU Kota Metro sebagai Penasehat Majlis Ta’lim Masjid Agung Taqwa Kota Metro buatan Wali Kota Metro. PCNU Kota Metro menyatakan menolak dan keberatan. Sebagai mana dirilis, Mediatama news.com 18/10/21

Ketua Lembaga Ma’arif NU Metro, Ismail.S.ag,M.M mendukung langkah Ketua PCNU Kota Metro yang secara resmi menyampaikan surat pernyataan keberatan terkait pencatutan nama Ketua PCNU sebagai salah satu penasehat dalam struktur kepengurusan Majelis Ta’lim tersebut.

Bahkan mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia itu mensinyalir pembentukan majlis ta’lim Masjid Agung Taqwa itu lebih dominan bermuatan politis dibanding dengan tujuan sesungguhnya yang semata ingin membina ummat.

Ismail juga mengkritik keputusan Walikota Metro dalam struktur kepengurusan tersebut koordinator bidang bukan dijabat oleh nama seseorang tetapi dipimpin oleh lembaga pemerintahan Walikota.

Sebagai contoh koordinator bidang organisasi dan pengembangan kelembagaan dijabat Kepala Bappeda (tanpa nama, red),
Bidang pendidikan dan pelatihan dijabat Kepala dinas BPSDM, demikian pula dengan bidang-bidang lainya.

“SK Walikota itu menumbur sejumlah aturan, seperti Peraturan Menteri Agama Nomor 29 tahun 2019, UU Pemerintah Daerah dan turunannya, Kepala Dinas itu jabatan moso jadi pengurus majlis ta’lim, sesuai apa tidak, apakah ada Nomenklatur nya Kepala dinas jadi pengurus majlis ta’lim”, demikian Ismail. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website