Kota Metro – INSTITUT AGAMA ISLAM MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA (IAIMNU) Metro- Lampung menggelar lomba Alat Permainan Edukatif (APE) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di lingkungan kampus IAIMNU.Acara yang di adakan di Aula GSG itu diikuti oleh guru2 TK/PAUD Se-Lampung, kegiatan perlombaan ini dilaksanakan pada pukul 09:00 wib 06 maret 2022.

Mengangkat tema  “Ciptakan APE PAUD yang Aman dan Kreatif Berbasis Bahan Lokal Tanpa Unsur SARA Sesuai Dengan Usia” diharapkan peserta dapat membuat contoh APE PAUD yang memenuhi persyaratan dan memungkinkan untuk dibuat sendiri oleh semua lembaga kemudian bisa diterapkan, dimanfaatkan di semua lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Lampung pada khususnya. Adapun kegiatan lomba membuat alat permainan edukatif PAUD dilaksanakan dalam 4 (empat)  kategori, yaitu Kategori Pendidik Taman Kanak-Kanak, Kategori Pendidik Kelompok Bermain, Kategori Pendidik TPA, Kategori Pendidik POS PAUD.

Alat Permainan Edukatif merupakan alat yang dirancang sebagai sarana atau peralatan bermain yang sesuai dengan usia dini (0-6 tahun) sehingga dapat mengembangkan potensi perkembangan anak. Para peserta yang dapat mengikuti kegiatan lomba ini merupakan guru PAUD yang terdaftar dalam DAPODIK PAUD tahun 2022 dan diharuskan memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Sebagai salah satu persyaratan setiap peserta harus mengumpulkan naskah lomba, alat permainan edukatif hasil karya sendiri dan softcopy bahan presentasi dalam CD.

Dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Dr .Muhammad Yusuf.,M.Pd  dan di saksikan oleh Leli Fertiliana Dea selaku Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) beserta dosen2 IAIMNU lainnya dan di hadiri juga Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Metro Eva Kurniasih.

Perlombaan ini diharapkan dapat menampung inspirasi dan inovasi dari para pendidik PAUD  dalam menciptakan alat peraga yang memiliki manfaat bagi para anak didik. Kedepannya APE ini bisa digunakan sebagai salah satu alat  pendukung bagi anak-anak didik untuk bermain sambil belajar,sehingga anak-anak didik semakin terasah keterampilan, kreatifitas serta ketangkasan dalam mengasah kemampuan kognitif maupun motoriknya “ucap Warek III tersebut.

Diikuti oleh 25 (dua puluh lima ) orang peserta, dari guru2 TK se-Lampung. kriteria penilaian lomba APE ini memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Dalam hal ini  naskah yang disusun peserta merupakan asli karya/ide sendiri. Tingkat keaslian ide penciptaan APE yang diikutkan dalam lomba merupakan ide yang benar-benar baru atau pengembangan dari yang sudah ada dan belum pernah dimenangkan dalam suatu perlombaan.

Naskah lomba meliputi nama APE, manfaat, peruntukan usia, spesifikasi alat permainan, cara memainkannya dan informasi singkat standar keamanannya. Selain itu, gambar teknis desain alat permainan dapat dibuat dalam bentuk coretan tangan. Naskah lomba juga meliputi  urutan langkah-langkah pembuatan APE mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, finishing hingga pengemasan.

Adapun hasil karya perlombaan ini menggunakan semua bahan baku lokal atau yang ada di lingkungan sekitar antara lain kayu, bambu, kain, plastik, kerang-kerang dan bahan lainnya. Persyaratan keamanan bahan dan keamanan proses pembuatan  sangat penting diperhatikan, seperti tidak mengandung logam berat, tidak berkarat, tidak berjamur, tidak berbau dan tidak terbuat dari bahan daur ulang. Hasil karya juga tidak mengarah pada isu suku, agama, ras antar golongan (SARA) serta dapat digunakan untuk anak PAUD usia 0-6 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website