Semangat para dosen Institut Agama Islam Ma’arif NU Kota Metro dalam hal penulisan jurnal adalah bentuk dan upaya para dosen dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi dalam bidang penelitian, untuk meningkatkan kualitas jurnal di perguruan tinggi para dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIMNU Metro mengelar Workshop bertajuk “Tehnik Paraphrase dan Evaluasi Subtansi Artikel Jurnal Nasional” yang digelar di Ruang Dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIMNU Metro. 10/11/21

Workshop di pandu langsung oleh Staf Dekan Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Dulmanan, S.Ag. dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II DR.Muslimin,Lc,M.H.I, acara tersebut juga di ikuti dan dihadiri oleh Wakil Rektor III IAIMNU DR.M.Yusuf,M.Pd.I, Dekan Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Wiwik Damayanti, M.E.I, Ketua Program studi Perbankan Syari’ah Nur Alfi Khotamin, M.H.I, dan segenap Para Dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIMNU Metro.

Menurut Wakil Rektor II DR.Muslimin Workshop seperti ini sangat penting dilakukan karena dari pengalaman Litapdimas Kemenag beberapa waktu yang lalu banyak artikel dosen yang mendapatkan record mulai dari pengajuan langsung mendapatkan penolakan gara-gara Similarity.

“penolakan itu karena posisi Similarity dan Plagiarism terlalu tinggi” ungkapnya.

“Mudah-mudahan dengan workshop ini kedepan akan semakin baik karena kita akan belajar bagaimana Paraphrase , karna sekarang segela bentuk penulisan baik skripsi, tesis dan karya ilmiah lainnya alat ukurnya adalah Plagiarism” Imbuhnya.

Sementara Haris Santoso, M.E.I sebagai pemateri menyampaikan bahwa kualitas penulisan dosen harus terjamin, kita sebagai kaum terpelajar dan intlektual dunia kampus, harus bisa menjadi teladan bagi siapapun khususnya terkait penulisan jurnal.

“terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan dalam penulisan subtansi jurnal antara lain kita harus bisa baca teori dan gagasan berkali-kali, catat konsep utamanya, tulis teks anda tanpa melihat aslinya dan terahir bandingkan dengan teks aslinya” ungkapnya.

Pemateri kedua Habib Sulton,M.H menyampaikan bahawa para aktifis Akademisis memang punya kewajiban dalam hal tulis menulis, namun mari kita jadikan sebagai hobi bukan hanya kewajiban.

“artinya menulis itu mau kewajiban atau bukan, kampus mau akreditasi ataupun tidak, para akademisi harus tetap menulis karena sudah menjadi hobi, jika sudah menjadi hobi maka menulis bukan merupakan beban para dosen” cetusnya.

“Dengan memposisikan menulis sebagai hobi maka kita akan terbiasa menbuat interprestasi ala kita, yang setelah di lakukan Plagiarism, tulisan kita akan terbebas dari plagiat” Imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website