Bertajuk the 3rd Internasional Speaking Class and Poetry Making Competition, Dewan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (Dema PS TBI) yang lebih dekenal dengan panggilan ESA (English Students Association) IAIMNU Metro Lampung berhasil menggelar acara kelas Speaking bertaraf internasional yang ke-3 kalinya yang dilaksanakan bersamaan dengan momentum memperingati hari ibu setiap bulan Desember di tanggal 22.

Kegiatan rutin tiap satu tahun sekali ini, diselenggarakan di gedung Perpustakaan lantai 3 pada hari senin 23 Desember 2019 dengan mendatangkan pemateri seorang mahasiswi dari York Business Instittute Sydney Rahmatun Hasanah.  dihadiri oleh seluruh mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris IAIMNU beserta Kaprodi dan dosen tamu undangan. Tidak ketinggalan ada beberapa peserta yang berasal dari prodi Perbankan Syariah serta dari perguruan tinggi lain yaitu dari Universitas Lampung (UNILA) dan dari Institut Tinggi Sumatera (ITERA) yang juga tertarik bergabung kedalam salah satu agenda penting prodi Tadris Bahasa Inggris kali ini.

Dalam kegiatan ke-3 ini berbeda dengan sebelumnya dikarenakan bersamaan dengan momentum Hari Ibu maka yang biasanya one-day spekaing class (kelas berbicara dalam sehari), ada extra kegiatan berupa lomba pembuatan puisi berbahasa Indonesia yang dipersembahkan untuk Ibu. Dari lomba ini terjaring sekitar 27 karya puisi original yang sudah melalui penjurian sekaligus cek plagiasi dan mendapatkan 7 besar pemenang dengan 3 pemenang utama dan 4 pemenang harapan. Selain itu, target luaran dati kegiatan ini akan di ikuti dengan pembuatan antologi puisi yang bisa di daftarkan baik ISBN maupun HaKi, tentunya setelah melalui beberapa editing dan proses yang diperlukan lainnya.

Kaprodi Tadris Bahasa Inggris, Mai Zuniati, S.S, M.Pd, berharap agar kegiatan ini akan terus berlanjut dan berkembang sesuai kebutuhan. Tentunya hal ini bertujuan akan dapat meningkatkan mutu pembelajaran mahasiswa TBI dan juga dapat mengembangkan keterampilannya dalam berbahasa Inggris secara aktif dan masiv.

“Kelas berbicara ini sangat spesial berbeda dengan kelas-kelas lainnya, karena mahasiswa lebih rilex dan expresif meskipun berhadapan dengan pembicara yang memiliki aksen bahasa Inggris berbeda dari sebelumnya, lebih jauh kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa agar terus berupaya meningkatkan keterampilan Berbahasa Inggris mereka.” Lanjutnya.

Sejalan dengan apa yang di ungkapkan oleh kaprodi, salah satu peserta Siti Nur Ellyza disela-sela sisa isakan tangisnya setelah diminta membacakan hasil karyanya berjudul ‘Penumpuk Kayu’ yang sudah didapuk menjadi pemenang utama 1 lomba puisi menyampaikan bahwa

“memang bertemu dengan pemateri yang memiliki cerita dan pengalaman berbeda bisa merangsang berfikir kritis Kita, terlebih kali ini pematerinya sangat friendly, bahkan bersedia ikut bersama membacakan puisi tersebut.” Sementara itu sebagai Ketua pelaksana, Demi Ismayana beserta Sekertaris Romayanti Dewi mengharapkan “kegiatan ini semakin variatif baik pemateri yang di undang maupun kegiatan lainnya yang bisa dikemas bersamaan karena akan lebih meriah dan semakin menarik untuk dipromosikan, terbukti untuk tahun ini banyak peserta dari luar yang tertarik untuk bergabung meskipun mereka sebagian masih terbatas bahkan ada yang sama sekali tidak menguasai bahasa Inggris sebagai media bahasa yang dipakai selama kelas berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website