(IAIM NU Metro): Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VII Sumatera Bagian Selatan, mempercayakan Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama(IAIM-NU) Metro sebagai satu-satunya perguruan tinggi Islam swasta di Lampung, untuk menerima mahasiswa bidik misi yang diprogramkan pemerintah.

Kopertais Wilayah VII dinilai sebagai perguruan tinggi Islam swasta yang memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan perkuliahan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Salah satunya, benar-benar melaksanakan pendidikan di kampus yang sama alias tidak membuka kelas jauh.

“Kami sudah lama monitoring mengenai keberadaan seluruh perguruan tinggi Islam swasta di Lampung. Hasilnya, IAIM-NU Metro yang terpilih,” ujar Sekretaris Kopertais Wilayah VII Sumbagsel, Herizal, saat Pembinaan Institusi yang digelar di kampus setempat, kemarin. Acara juga dihadiri Kabid Sarana dan Prasarana, Syaiful Annur, dan kepala Tata Usaha Rika.

Selain komitmen dimaksud, lanjut Herizal, IAIM-NU juga dipercaya karena memiliki beberapa program studi yang terakreditas B. Menurut dia, walau komitmen melaksanakan perkuliahan sesuai UU dan peraturan yang berlaku baik, program bidik misi tidak bisa diberikan ketika akreditasi program studinya C.

Karenanya, dia bukan saja mengucapkan syukur karena di Lampung ada perguruan tinggi yang memenuhi criteria yang ditetapkan pemerintah. “Kalau tidak ada yang memenuhi syarat, sedih juga saya karena kesempatan ini tidak bisa kita raih,” katanya yang disambut tawa para dosen IAIM-NU.

Selain bidik misi, lanjut Syaiful, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberi kesempatan kepada dosen perguruan tinggi Islam swasta melanjutkan jenjang pendidikannya. Jenjang dimaksud, bukan hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri terutama Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Australia.

Karena program dimaksud sering terkendala dengan persoalan penguasaan bahasa, maka Kopertais juga akan mengundang sejumlah dosen swasta untuk mengikuti pelatihan penguasaan bahasa asing, termasuk mampu meraih batasan minimal TOFEL ataupun TOAFEL. “Ada dosen dari perguruan tinggi di Amerika yang siap selama setahun mengajar dan melatih secara Cuma-Cuma,” katanya.

Selain itu, Syaiful juga mengharapkan semua dosen swasta yang belum memiliki kepangkatan segera mengurusnya. Sebab, tanpa itu, mereka secara legal formal belum memliki legalistas member perkuliahan. Selain itu, kepangakatan itu juga menjadi syarakat bagi dosen untuk mengurus dan memperoleh sertifikasi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website