Sebanyak 246 mahasiswa Institut Agama Islam Ma’arif (IAIM NU) Metro melaksanakan kuliah kerja sosial (KKS) di 17 desa di Kecamatan Batanghari, Lampung Timur.

Mereka yang berasal dari berbagai program studi itu, diantaranya Matematika, Bahasa Inggris dan Perbankan Syari’ah, dilepas oleh Camat setempat Supriyanto, kemarin.

Para mahasiswa yang melakukan KKS hingga Maret 2016 tersebut ditempatkan mulai dari desa yang berbatasan dengan Kota Metro, yakni Banjarejo, hingga paling jauh dengan ibu kota kecamatan, yaitu Purwodadi Mekar.

Adapun ke-17 desa yang menjadi sasaran KKS tahun ini adalah Banjarejo, Bumiharjo, Balerejo, Batangharjo, Bumiemas, Sumberejo, Telogorejo, Adiwarno, Banarjoyo, Nampirejo, Balekencono, Rejoagung, Sumberagung, Sribasuki, Selorejo, Buanasakti, dan Purwodadi Mekar.

Dalam amanatnya, Supriyanto mengharapkan para mahasiswa bisa menyesuaikan diri dengan aturan maupun kondisi masyarakat yang mereka tempati. “Perubahan kearah yang lebih baik itu harus. Akan tetapi semua itu harus disesuaikan dengan kapasitas penduduk dan daya dukung lingkungan,” katanya.

Sebab, lanjut Supriyanto, tidak semua teori yang yang diperoleh dalam bangku kuliah serta-merta bisa dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat. Heterogonitas penduduk sering membuat teori tidak selaras dengan praktiknya.

Rektor IAIM NU Metro Mispani dalam sambutannya mengharapkan camat maupun kepala desa setempat bisa sebaik mungkin membimbing dan mengarahkan para mahasiswa dalam mengabdikan diri. Apalagi, kehadiran mereka pada dasarnya bukan saja untuk mendapatkan pengalaman, melainkan juga membantu tugas para pamong.

Dia yakin jika selalu mendapat bimbingan dan pengarahan, para mahasiswa itu bukan saja akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang belum pernah didapat di Kampus, melainkan juga berbagai tugas pamong juga akan semakin ringan karena terbantu kehadiran mereka

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website