CIVITAS akedemika Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIM-NU) Metro, Lampung, Selasa (30-9) menggelar Seminar Internasional The Eagrensess of Human Resources in Educationan to Face Asean Economic Community (kesiapan sumberdaya manusia pendidikan dalam menghadapi masyaraka ekonomi Asean).

Acara yang dibuka Ketua LP Ma’arif Metro, Ismail, M.M., dan dihadiri 200-an civitas akdemika itu menghadirkan Guru Besar Universiti Selangor Malaysia (Unisel) Prof. Dr. H. Mohd Zaidi Bin Hajazi, Ph.D sebagai pembicara utama. Dia membawakan tema The Eagerness of Human Resources in Education to Face Asean Economic Community

Selain itu, panitia juga menghadirkan pembicara Wakil Rektor 2 IAIM-NU Metro Dr. H. Subandi, M.M. dengan tema Developing Curriculum based on Enterpreneurship in Preparing Human Resources dan peneliti sekaligus juga dosen setempat, Dian Anggraini, M.Pd., yang membawa tema Developing English Text Book for First Semeseter Students of Syari’ah Banking Departement at Islamic Year 2014-2015..

Dalam pemaparannya, Mohd. Zaidi bahwa perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan sumberdaya manusia yang benar-benar siap menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC). Mereka harus bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat untuk membenahi berbagai hal.

Pembenahan yang paling mendesak dan tidak bisa ditawar adalah peningkatan sumberdaya manusia sehingga semakin profesional dalam mengelola tugas dan tanggungjawabnya. Selanjutnya, pembenahan selurh infrastruktur yang mendukung era tersebut, dan terakhir kemampuan menguasai berhasa internasional, terutama Inggris.

Ketiga hal tersebut menjadi penting karna fokus MEA adalah menjadikan negara-negara Asia Tenggara sebagai wilayah kesatuan pasar yang basis produksi, sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetensi tinggi sehingga memiliki perkembangan ekonomi yang merata dengan prioritas usaha kecil menengah (UKM),  dan terintegrasi dengan terhadap perekonomian global.

Dalam rangka mempersiapkan generasi yang demikian, lanjut Zaidi pada acara yang dimoderatori M. Umar Faruq, M.Pd., itu mengharapkan para dosen bisa menguasai sekaligus menrasfer kepada para mahasisiwa untuk 13 kompetensi penting. Pertama mampu bekerja dalam tim dan berkolaborasi dengan tim lain (collaboration and teamwork). Sebab, dengan begitu tugas dan tanggungjawab dalam pekerjaannya dalam selesai secara efektif dan efisien.

Kedua mampu mengubah paradigma berpikir bahwa sudah bukan zamanya lagi mencari pekerjaan, sebaliknya harus berupaya bagaimana caranya mampu menciptkan peluang kerja (creativity and imagination). Mereka juga harus mampu berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat (critical thingking).

Generasi mendatang juga harus fleksibel dalam berbagai kondisi dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja (flexibility and  adaptibility). Mereka juga harus terbuka dan berbudaya (global and culture awareness), memiliki pengetahuan tentang informasi terbaru (information literacy), memiliki jiwa kepemimpinan (leadership), dan mampu menyelesaikan masalah (problem solving).

Penguasaan lain yang juga harus dimiliki adalah apapun yang dilakukan harus berorientasi pada kemakmuran bagi seluruh rakyat pada satu negara (civic literacy and citizenship), dan kemampuan berkomunikasi secara lisan ataupun tertulis terutama bahasa asing (oral and written communication skills).

Ditambah lagi, memiliki kepekaan sosial dan menghargai nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat (social responsibility and etics), mampu menggunakan teknologi serta sebagai alat untuk memahami teknologi sebagai alat untuk mempermudah mencapai tujuan, (technology literacy), terakhir mampu mengambil inisiatif untuk berbagai keperluan dan keadaan (initiative). M. IKHWANUDDIN

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website