METRO (Lampost): South East Asian Coordinator Foundation For a Drug-Free World (Koordinator Dasar untuk Dunia Bebas Narkoba Asia Tenggara), Mr. Gary Bromwell, akhir pekan ini mengunjungi Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIM-NU) Metro. Selain menjadi dosen, warga negara Australia itu juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi  tersebut.

     Selang beberapa saat setelah diterima Rektor, Mispani, Bromwell yang dating sekitar pukul 13.00, itu langsung menuju ruang kuliah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Ketua Prodi, May Zuniati, ikut mendampingi  selama perkuliahan berlangsung. Sementara mahasiswa semester VII yang umumnya relatif mampu berbahasa Inggris, antusia mengikutinya.

     Dalam kuliahnya, Bromwell yang berkebangsaan Australia itu menjelaskan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoban bagi pribadi seseorang maupun masyarakat dan bangsa secara keseluruhan, bahkan bagi kelangsungan kehidupan dunia. Karena itu, barang haram itu harus benar-benar menjadi musuh demi keselamatan dan kesinambungan generasi mendatang.

     Menurut dia, sebuah masyrakat bahkan bangsa akan mundur, terbelakang, bahkan hancur, jika sebagian besar penduduknya mengonsumsi narkoba. Sebab, narkotika dan zat aditif selain membuat generasi menjadi kontraproduktif juga mencandu dan menular ke seluruh lingkungannya.

     Apalagi, peredaran barang berbahaya ini tidak lagi pada tingkat orang perorang, akan tetapi sudah berupa jaringan internasional bahkan melibatkan sejumlah oknum. “Ini bahaya karena sindikat narkoba sangat pandai dalam aksinya,” ujar dia dalam aksen Indonesia yang kurang fasih.

     Karena itu, dia mengharapkan seluruh civitas akademik IAIM NU Metro ikut menjadi benteng bagi peredaran maupun penyalahgunaan narkotika maupun zat aditif lainnya. Alasannya, di sejumlah tempat mahasiswa menjadi sasaran aksi para sindikat narkoba. Bahkan, di antara mereka bukan saja menjadi pecandu akan tetapi juga pengedar.

     Usai perkuliahan, Rektor Mispani dan Bromwell kemudian menandatangani kerja sama untuk pencegahan, penyalahgunaan, maupun penanggulangan atas peredaran segara bentuk narkotika maupun zat aditif lainnya. Kedua pihak sepakat untuk menjadikan Kampus Hijau itu benar-benar steril dari narkoba.

     Kedua pihak yakin langkah-langkah kerja sama itu akan mudah terwujud. Sebab, IAIM-NU merupakan perguruan tinggi bebasiskan Agama Islam. Dengan penanaman dan pengalaman ibadah yang kuat seluruh civitas akademik bukan saja akan bahu membahu untuk mencegah tetapi juga akan cepat berkoordinasi dengan pihak terkait ketika terjadi penyalahguanan ataupun peredaran. n NUD

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website