Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama (IAIM-NU) Metro dan IAIN Bengkulu bekerjasama mengembangkan sumberdaya manusia di tingkat intern maupun ekstern kampus. Keduanya akan saling bertukar ilmu dan pengalaman untuk mencari nilai-nilai positif dan mengatasi yang negatif atas setiap interaksi social yang mereka lakukan.

     “Ada sisi yang berbeda antara institut negeri dan swasta. Sisi positifnya akan sama-sama kita implementasikan dan kembangkan. Sebaliknya, kita juga akan sama-sama mencari formula untuk mengatasi berbagai sisi negatif dari system pengembangan sumberaya civitas akademik,” ujar Mispani, Rektor IAIM-NU di kantornya, kemarin.

     Menurut dia, nota kerjasama dia tandatangani bersama Rektor IAIN Bengkulu, Sirajuddin, pekan lalu. Mispani yakin dengan kerjasama itu, pelayanan dan pengelolaan system pembelajaran di kedua institut itu akan semakin maju dan berkembang. Apalagi, kedua pihak saling terbuka untuk memberi dan menerima kritik.

     Di tingkat ekstern, kedua pihak juga akan saling bertukar ilmu dan pengalaman dalam rekruitmen mahasiswa, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Perbedaan karakteristik penduduk dengan berbagai latarbelakang, akan semakin memperkaya kasanah keilmuan maupun strategi pengembangannya, terutama dalam terapan terhadap masyarakat.

     “Barangkali ada karakter masyarakat yang sama tetapi selama ini kita menerapkan metode berbeda untuk mengembangkannya,” ujar Mispani. Dalam hal seperti itu, kedua pihak akan berdiskusi untuk merinci sisi positif maupun negatifnya. Selanjutnya, berusaha merumuskan formula terbaru dan terbaik untuk diterapkan.

     Hal itu, lanjut dia, meruakan sesuatu yang berharga untuk penerjunan mahasiswa saat pengabdian kepada masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah kuliah kerja nyata (KKN).

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website